Tugas 1 MPSI Management Project Fundamental_1204190037

Apa itu Project, Operations dan Project Management ? 

Project didefinisikan sebagai usaha yang bersifat sementara untuk menghasilkan output yang unik. Jadi jika ada suatu pekerjaan yang bersifat temporer, namun menghasilkan produk yang bersifat baru, bisa dipastikan pekerjaan itu adalah project.

Operation didefinisikan sebagai usaha yang  bersifat kontinu, berulang-ulang (repetitive process) dan mengikuti prosedur yang ada. Jenis pekerjaan ini umumnya banyak dilakukan di bidang pelayanan, baik dalam hal medis, perbankan, dan masih banyak lagi.

Project Management adalah metode perencanaan dan pengelolaan sumber daya yang bisa digunakan perusahaan untuk menyelesaikan sebuah proyek.

Sebutkan dan jelaskan karakteristik / attribut project !

  • Sebuah proyek memiliki tujuan yang unik.

Dalam setiap kegiatan proyek harus memiliki tujuan yang jelas serta harus menghasilkan suatu produk, layanan atau hasil yang unik. Sebagai contoh proyek pembuatan aplikasi smartphone kemudian menjualnya secara online. Dari proyek IT ini bisa dilihat bahwa proyek memiliki tujuan yaitu menciptakan sebuah aplikasi smartphone.

  • Sebuah proyek bersifat sementara.

Dalam sebuah proyek harus memiliki rentang waktu awal pekerjaan dan akhir pekerjaan yang jelas dan pasti. Artinya proyek dilakukan pada waktu yang bersifat sementara dan memiliki batasan waktu. Sementara untuk menopang keberhasilan suatu proyek dapat dibentuk suatu tim untuk dapat menyelesaikan proyek pekerjaan yang sudah ditetapkan dan kemudian memberikan suatu laporan dan presentasi eksekuti yang hasilnya dapat disampaikan secara periodik.

  • Sebuah proyek dikembangkan menggunakan elaborasi progresif.

Proyek sering didefinisikan secara luas ketika dimulai, dan seiring berjalannya waktu, detail spesifik proyek menjadi lebih jelas. Oleh karena itu, proyek harus dikembangkan secara bertahap. Tim proyek harus mengembangkan rencana awal dan kemudian memperbaruinya dengan lebih detail berdasarkan informasi baru. Misalnya, anggaplah bahwa beberapa orang mengajukan ide untuk proyek kolaborasi TI, tetapi mereka tidak secara jelas membahas bagaimana ide tersebut akan mendukung strategi bisnis untuk meningkatkan operasi. Tim proyek mungkin memutuskan untuk menyiapkan kuesioner untuk diisi orang-orang saat mereka mengirimkan ide untuk meningkatkan kualitas masukan.

  • Sebuah proyek membutuhkan sumber daya dan seringkali dari berbagai bidang.

Dalam proses pengerjaan proyek sangat membutuhkan berbagai sumber daya. Sumber daya tersebut termasuk orang, perangkat keras, perangkat lunak, dan lainnya. Sebagai contoh proyek yang dikerjakan oleh lintas departemen untuk mencapai tujuan unik, seringkali menggunakan kolaborasi antar bidang dengan tujuan untuk mengembangkan ide. Kadangkala perusahaan menyewa jasa konsultan dari luar untuk menggali ide ini dan memberikan masukkan. Dan pada akhirnya jika proyeknya sudah dipilih, kemungkinan juga dalam proyek ini membutuhkan sumber daya tambahan yang bisa dimasukkan kedalam tim.

  • Sebuah proyek harus memiliki pelanggan atau sponsor utama.

Ini hal yang paling mutlak agar proyek dapat dilakukan yakni dalam proyek harus ada yang berperan menjadi pelanggan atau sponsor utama. Untuk sponsor proyek biasanya memberikan arahan dan pendanaan untuk proyek tersebut.

  • Sebuah proyek melibatkan ketidakpastian.

Karena disebabkan setiap proyek itu adalah unik, maka terkadang sulit untuk menentukan tujuannya dengan jelas, contohnya seperti memperkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu proyek, atau bahkan dalam menentukan berapa biayanya. Hal ini juga disebabkan faktor eksternal yang memberikan ketidakpastian, seperti contohnya pemasok yang bangkrut atau ada anggota tim proyek yang membutuhkan waktu istirahat yang tidak direncanakan seperti sakit dan lain-lain. Disinilah peran project manager sangat penting untuk mengambil keputusan yang akan mempengaruhi jalannya proyek.

Berikan contoh studi kasus sederhana dalam kehidupan sehari-hari antara project dengan operations!

Contoh Project:

Studi kasus yang diambil ialah pembuatan artikel oleh dua penulis berbeda dalam satu platform media cetak. Memang dalam pembuatannya berbeda penulis atau mungkin bisa juga berbeda lokasi tapi tujuannya sama yaitu untuk menyetorkannya ke media cetak.

Contoh Operations:

Studi kasus yang diambil ialah sebuah perusahaan menjadwalkan agenda kegiatan perusahaan yang dilakukan oleh pegawai atau karyawan. Kegiatan tersebut dilakukan secara rutin atau terus menerus. Maka dari itu dinamakan sebuah operational.

Jelaskan perbedaaan hubungan antara Project,  Program dan Portofolio Management !

  • Proyek – Proyek merupakan usaha atau kerja yang bersifat sementara dan tidak rutin dimana macam kegiatan dan intensitas yang berubah sepanjang siklus hidupnya yang dilakukan untuk membuat produk (deliverables), jasa, pengembangan produk, atau lainnya yang dibatasi oleh biaya, mutu, dan waktu.
  • Program – Program terdiri atas proyek, subprogram, dan aktifitas program terkait yang dikelola dalam suatu cara yang telah dikoordinasi untuk memberikan manfaat atau untuk tujuan tertentu. Suatu proyek dapat merupakan bagian atau tidak atas suatu program tapi suatu program akan selalu memiliki proyek.
  • Portofolio – Portofolio terdiri atas proyek, program, subportofolio, dan dikelola sebagai suatu kelompok untuk mencapai sasaran strategis. Suatu portofolio dapat terdiri atas beberapa program.

Hubungan Proyek, Program, dan Portfolio Serta Pengelolaannya

Proyek, program, dan portofolio memiliki hubungan yang bersifat saling mempengaruhi. Hubungan antara proyek, program, dan portofolio beserta komponen hubungannya, dijelaskan pada Gambar di bawah ini :

Mengapa pentingnya belajar Project Management ?

Beberapa alasan pentingnya manajemen proyek:

1. Membuat tujuan yang fokus dan jelas

Manajemen proyek memastikan adanya perencanaan yang matang untuk mencapai tujuan tertentu. Tanpa tujuan yang jelas, anggota tim akan kehilangan fokus, tidak memiliki gambaran objektif yang pasti, dan tidak paham apa yang harus dilakukan dan mengapa.

Hal tersebut dapat dicegah dengan memecah proyek menjadi beberapa tugas. Dengan membagi tugas, anggota tim dapat fokus mencapai tujuan tersebut untuk meraih tujuan utama yang lebih besar.

2. Menciptakan jadwal dan perencanaan yang disepakati bersama dan realistis

Membuat jadwal membantu menghindari proyek tidak ter-handle atau terlambat serta adanya perencanaan yang harus dilaksanakan bagi semua yang terlibat dalam proyek.

Manajemen proyek juga penting untuk membuat ekspektasi yang sesuai tentang apa yang harus dicapai, kapan, dan berapa banyak. Tanpa memperhatikan perencanaan, estimasi budget dan waktu, proyek akan menjadi terlalu ambisius dan menyebabkan proyek terlambat dan over budget.

3. Memaksimalkan sumber daya yang ada

Manajemen proyek dapat melacak proyek dan manajemen risiko proyek sehingga memastikan semua sumber daya digunakan secara efektif dan efisien.

4. Quality control

Manajemen proyek membantu mengidentifikasi, mengelola, dan menjaga kualitas. Dengan proses jelas, tim dapat menilai kualitas output pada tiap tahapan proyek. Kualitas yang baik akan membuat klien puas.

5. Manajemen risiko

Manajemen proyek penting untuk memastikan risiko proyek dapat terkelola dan termitigasi dengan baik untuk menghindari terjadi masalah di kemudian hari. Project manager harus dapat menganalisis seluruh risiko potensial proyek, membuat mitigasi, dan perencanaan jika risiko tersebut terjadi kelak. Risiko tersebut harus disusun berdasarkan kemungkinan terjadinya (likelihood) dan besarnya risiko. Dengan membuat manajemen risiko, proyek dapat lebih mudah beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.

6. Menciptakan proses yang runtut

Manajemen proyek memastikan orang yang tepat melakukan hal yang tepat pada waktu yang tepat. Perencanaan dan proses yang jelas membantu mengetahui peran tiap anggota tim, merampingkan proses dan input, mengantisipasi risiko, dan membuat check and balance untuk memastikan proyek selaras dengan strategi yang telah dibangun.

7. Membantu belajar dari kesuksesan dan kegagalan

Terkadang proyek berjalan mulus, namun kadang proyek dapat gagal. Walau demikian, kita dapat belajar dari pengalaman dan kesalahan masa lalu dapat dihindari di kemudian hari. Manajemen proyek memastikan pembelajaran ini diterapkan dengan melakukan retrospektif untuk melihat apa yang berhasil dan tidak, serta perubahan yang harus dilakukan untuk proyek selanjutnya.

Berikan 3 contoh Project Management di Bidang IT/IS !

Sebuah Universitas mengembangkan Sistem Manajemen Pembelajaran mereka

Sebuah perusahaan menerapkan Sistem Perencanaan Sumber Daya Perusahaan
 
Sebuah perusahaan membangun ruang pusat data

Jelaskan kapan project dikatakan berhasil & gagal !

Sukses proyek sebagai aturan, ini berarti bahwa semua pemangku kepentingan mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan mereka, yang dirumuskan secara tradisional dalam bentuk tujuan dan persyaratan. Jika tujuan dan persyaratan tersebut dirumuskan, maka kriteria keberhasilan proyek dapat berupa indikator kuantitatif yang mencerminkan tingkat pencapaian tujuan proyek atau pemenuhan persyaratan tertentu.

Alasan utama kegagalan proyek :

Tujuan tidak jelas;

Pendanaan tidak mencukupi;

Mengubah prioritas bisnis;

Kurangnya dukungan dari manajemen senior;

Tim yang tidak efektif (kualifikasi personel proyek);

Interaksi yang kurang efektif dalam proyek;

Kurangnya pemerintahan sendiri;

Komunikasi yang kurang efektif;

Kurangnya motivasi (mengacu pada risiko internal).

Apa saja yang menjadi Triple Constraint dalam Project Managemen ! Berikan contoh studi kasusnya !

triple constraint adalah sebuah model yang menggambarkan tiga batasan utama dalam manajemen proyek. 

Tiga batasan yang dimaksud adalah scope (ruang lingkup), schedule atau time (jangka waktu), dan cost (biaya). 

apa itu triple constraint adalah

1. Cost

Dalam triple constraintcost menggambarkan batasan biaya (budget) pada setiap proyek. 

Terdapat berbagai macam faktor yang mempengaruhi perhitungan biaya ini, mulai dari pembayaran orang-orang yang bekerja di dalam proyek, sampai faktor eksternal yang tidak diduga. 

Baik itu untuk proyek kecil maupun besar, dibutuhkan penggunaan project management tools yang tepat agar perhitungan biaya lebih mudah dan tetap akurat.

Kamu tinggal pilih ingin menggunakan metode apa. 

Mungkin saja pilihan itu historic data, yaitu melihat perhitungan biaya dari proyek serupa. Mungkin pula quality analysis yang berfokus pada perhitungan biaya menggunakan kualitas tertinggi dari setiap aktivitasnya.

2. Scope

Batasan kedua dari triple constraint adalah scope atau ruang lingkup. Batasan ini berisikan apa saja yang harus dilakukan agar sebuah proyek berjalan dengan lancar. 

Intinya, semua yang masuk ke dalam ruang lingkup proyek wajib dituliskan agar terpenuhi. 

Tentu saja harus ada pemilihan mana yang menjadi prioritas, mana yang bisa dinomorduakan. 

Hal ini sangat penting, agar tenaga dan semua resource yang dimiliki bisa digunakan secara lebih efektif dan efisien. 

3. Time

Batasan ketiga dalam triple constraint adalah waktu atau penjadwalan dalam manajemen proyek. 

Jadwal ini sangatlah penting, agar proyek bisa selesai sesuai dengan keinginan klien, stakeholder, dan pihak penting lainnya. 

Kamu bisa menggunakan Gantt chartwork breakdown structure (WBS), dan serangkaian proses manajemen waktu untuk mengatur jadwal ini. 

Akan tetapi, dengan Gantt chart, semuanya akan otomatis diperbaharui setiap ada anggota tim yang menyelesaikan tugasnya.

Jelaskan peran dari Project Manager serta skill yang harus dimilikinya !

Project manager memegang peran penting dalam perencanaan, eksekusi, pengawasan, pengendalian, dan juga penutupan proyek.

Jadi, tanggung jawabnya mulai dari awal higga paling akhir.

Posisi ini tentunya bertanggung jawab atas keberhasilan atau kegagalan suatu proyek.

Kalau proyek yang dijalankan berhasil, perusahaan akan mendapatkan keuntungan atau hasil yang diinginkan.

Sebaliknya, kalau proyek gagal, kerugian akan terjadi.

SKILL YANG HARUS DIMILKI PROJECT MANAGER

1. Komunikasi

Seperti kebanyakan profesi lainnya, komunikasi adalah kemmapuan yang sangat dibutuhkan oleh project manager juga.

Bahkan, sebagai project manager, kamu harus lebih mahir lagi untuk mengutarakan pendapatmu dan menyampaikan pesan-pesan penting.

Pasalnya, kamu tidak hanya berhubungan dengan anggota tim, tapi juga klien proyek.

Dengan kemampuan komunikasi yang baik, seorang project manager bisa menyampaikan visi, tujuan, ide, dan permasalahan yang dihadapi untuk menyukseskan sebuah proyek.

2. Kepemimpinan

Sebagai pemimpin dari sebuah proyek, seorang project manager tentunya harus bisa memimpin dengan baik.

Ketahui bagaimana cara mengarahkan anggota tim untuk mengerjakan tugas-tugas yang harus diselesaikan, memotivasi mereka, dan membuat mereka mampu menyelesaikan proyek

3. Negosiasi

Skill ini dibutuhkan project manager untuk berhubungan dengan supplier, klien, dan para stakeholder lainnya yang memiliki kepentingan dalam sebuah proyek. 

Negosiasi adalah skill yang juga sangat bermanfaat dalam berkomunikasi dengan anggota tim, lho.

Kadang, kita harus bernegosiasi mengenai tugas yang diberikan, berargumen tentang suatu ide dan keputusan, dan lainnya.

4. Manajemen tim dan waktu

Sumber daya waktu dan anggota tim adalah dua hal yang sangat penting bagi seorang project manager.

Oleh karena itu, sebagai pemimpin, kamu harus tahu bagaimana caranya mengelola dua hal ini dengan maksimal.

Anggota tim harus bekerja secara efektif dalam batas waktu yang ditentukan.

Batas waktu ini pun harus dibuat berdasarkan pertimbangan yang matang sehingga proyek bisa selesai tepat waktu.

5. Manajemen risiko

Sebuah proyek mungkin saja tidak berhasil akibat banyaknya risiko yang bisa terjadi.

Oleh karena itu, kemampuan manajemen risiko wajib dimiliki seorang project manager.

Dengan kemampuan manajemen risiko, seorang project manager bisa memperkirakan titik mana saja yang memiliki risiko kegagalan tinggi.

Setelah mengetahui hal tersebut, hal yang harus dilakukan project manager adalah memikirkan bagaimana agar kendala tersebut bisa dilalui dengan baik.

6. Paham teknologi

Pekerjaan project manager erat kaitannya dengan berbagai teknologi.

Teknologi-teknologi ini bisa membantu meningkatkan produktivitas dan efektivitas kerja tim selama proyek berlangsung.

Tanpa tooltool yang tepat, akan sangat sulit untuk menjalankan proyek tepat waktu.

Jadi, kalau kamu berminat menjadi manajer proyek, penting untuk selalu mengetahui teknologi terkini yang bisa bermanfaat bagimu dan tim.

7. Riset

Riset adalah hal yang penting untuk dilakukan seorang project manager.

Kadang, ada hal-hal yang tidak kita ketahui tentang suatu proyek.

Untuk melengkapi ketidaktahuan tersebut, perlu dilakukan riset yang mendalam agar rencana proyek bisa berjalan dengan baik.

Jadi, skill ini tentunya perlu dikuasai.

8. Penyelesaian masalah

Kemampuan seorang project manager dalam menyelesaikan berbagai masalah tentunya akan sangat bermanfaat untuk kelangsungan proyek.

Ketika manajer proyek mampu melakukan riset dengan baik, mendengarkan masukan dari anggota tim, klien, dan stakeholer, hal ini seharusnya tidak sulit untuk dilakukan.

Pengolahan informasi-informasi tersebut akan sangat bermanfaat untuk membuat suatu kesimpulan yang bisa menjadi solusi kendala dalam proyek.

9. Mengelola biaya

Untuk menjalankan proyek, tentunya ada biaya yang dibutuhkan.

Biaya ini dikeluarkan oleh perusahaan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu.

Tugas seorang project manager adalah juga untuk mengelola biaya tersebut.

Biaya dari kantor harus bisa dikelola sebaik mungkin agar tidak dihabiskan secara boros.

Pasalnya, sebuah proyek idealnya mengeluarkan biaya yang efisien namun menghasilkan keuntungan yang semaksimal mungkin. 

Manajer proyek harus bisa mengetahui bagian-bagian apa saja dari suatu proyek yang membutuhkan biaya besar dan perlu diprioritaskan, juga sebaliknya.

10. Kemampuan interpersonal

Jangan lupakan juga pentingnya punya kemampuan interpersonal yang baik, ya.

Project manager harus percaya diri, mampu membangun hubungan yang baik dengan semua pihak yang terlibat, dan juga bisa berkolaborasi secara efektif.

Dengan kepercayaan diri, kamu bisa memotivasi anggota tim dan meyakinkan klien serta stakeholder.

Tentunya, hubungan yang baik dengan pihak-pihak penting pun adalah kunci keberhasilan sebuah proyek.

Gambarkan dan jelaskan tentang Three Sphere Model for Systems Management !

Three Sphere Model memiliki 3 aspek yaitu Business, Organization, Technology.
– Bisnis (Business)
Bisnis adalah bagaimana cara mendapatkan manfaat atau keuntungan atas usaha dan biaya yang telah dikeluarkan. Fokus utamanya adalah benefit dan cost.
– Organisasi (Organization)
Organisasi adalah sekumpulan orang yang saling bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan bersama.
Teknologi (Technology)
Teknologi adalah suatu implementasi untuk mempermudah pekerjaan manusia.

Jelaskan 4 Frames & 3 Struktur Organisasi !

Didalam organisasi terdapat 4 frame yaitu Structural frame, Political frame, Human resource frame, dan Symbolic frame.
– Structural frame
Structural frame terdiri dari peran dan tanggung jawab, koordinasi, dan pengendalian.
– Political frame
Koalisi terdiri dari beragam individu dan kelompok kepentingan. Konflik dan kekuasaan adalah isu utama.
– Human resource frame
Memberikan keselarasan antara kebutuhan organisasi dan kebutuhan manusia.
– Symbolic frame
Simbol dan makna yang terkait dengan peristiwa. Budaya, bahasa, tradisi, dan citra adalah bagian dari bingkai ini.


Didalam organisasi terdapat 3 struktur yaitu Functional, Project, Matrix
– Functional
Dalam struktur organisasi fungsional, pembagian kerja dilakukan berdasarkan fungsi manajemennya seperti Keuangan, Produksi, Pemasaran dan Sumber daya Manusia.
– Project
Struktur Organisasi Project adalah bentuk organisasi di mana tugas kepemimpinan dan tugas tertentu dilaksanakan secara kolektif oleh sekelompok pejabat, yang berupa komite atau dewan atau board dengan pluralistic manajemen.
– Matrix
Struktur Organisasi Matriks merupakan gabungan dari struktur organisasi fungsional dan struktur organisasi divisional. Penggabungan 2 struktur organisasi ini bertujuan untuk menutupi kekurangan-kekurangan yang terdapat pada kedua bentuk struktur organisasi tersebut.

Sebutkan dan jelaskan 10 Culture dalam organisasi !

10 Culture yang terdapat pada organisasi yaitu :

  • Member identity
  • Group emphasis
  • People focus
  • Unit integration
  • Control
  • Risk tolerance
  • Reward criteria
  • Conflict tolerance
  • Means-ends orientation
  • Open-systems focus

Sebutkan dan jelaskan Model Life Cycle yang ada pada Product Life Cycle dan Predective Life Cycle !

Predictive Life Cycle/Waterfall Model merupakan siklus kehidupan proyek yang paling terencana dimana lingkup proyek (scope), waktu dan biaya ditentukan diawal siklus. Proyek baru akan berjalan jika ketiga hal tersebut sudah ditetapkan di awal proyek. Proyek selanjutnya dijalankan melalui fase-fase yang tiap fasenya harus diselesaikan sebelum berlanjut ke fase selanjutnya. Hal ini tentunya sejalan dengan filosofi Waterfall yang merujuk pada sistem dengan laju yang sangat linear dan menuntut kedisiplinan antara manajer dan pegawai. Siklus proyek ini sangat baik diterapkan pada produk yang sudah umum dan mudah dimengerti.

Incremental/Iterative Life Cycle Seperti Predictive Life Cycle, keberlangsungan proyek dibagi ke dalam fase-fase yang berjalan secara berurutan. Akan tetapi, siklus proyek Incremental memiliki ciri khas tersendiri, yaitu penentuan scope proyek yang dilakukan di tiap fase. Perubahan-perubahan sepanjang proyek dapat disesuaikan pada iterasi (pengulangan) berikutnya. Hasil yang diperoleh didapatkan di akhir iterasi. Oleh karena itu, siklus Incremental lebih fleksibel dengan perubahan dibandingkan Predictive. Siklus proyek ini sangat cocok untuk proyek yang besar dan kompleks.

Adaptive Life Cycle/Agile jika ada urutan paling fleksibel, siklus proyek ini adalah juaranya. Sesuai dengan filosofi Agile yang sangat menekankan kedinamisan terhadap perubahan, proyek dengan menggunakan siklus Adaptive akan berjalan dengan menggunakan iterasi-iterasi yang lebih banyak dan padat dibandingkan Incremental. Iterasi tentunya dibutuhkan apabila ada permintaan pengubahan dari klien terhadap produk yang dibuat. Siklus proyek ini sangat baik digunakan untuk penyelesaian produk yang masih membutuhkan banyak pengembangan, seperti IT.

Gambarkan dan jelaskan tentang Phases of the traditional project life cycle !

  1. Tahap konsep proyek (Project Concept)
  2. Tahap planning proyek (Project Planning)
  3. Tahap implementasi proyek (Project Implementation)
  4. Tahap penyelesaian proyek (Project Close-out)

Jelaskan tentang Context dari IT/IS Project beserta Recent Trends Affecting dari IT Project Management !

Sebutkan dan jelaskan secara singkat tentang 10 Knowledge Area pada Project Management !

  • Manajemen Intergrasi Proyek : Termasuk proses dan kegiatan untuk mengidentifikasikan menentukan, mengabungkan, menyatukan dan menkoordinasikan berbagai proses dan kegiatan manajemen proyek dalam kelompok proses manajemen proyek.
  • Manajemen Lingkup Proyek : Termasuk proses yang diperlukan untuk memastikan proyek tersebut mencangkup semua pekerjaan yang diperlukan, dan hanya pekerjaan yang diperlukan untuk kesuksesan penyelesaian proyek
  • Manajemen Jadwal Proyek : Termasuk proses yang diperlukan untuk mengelola penyelesaian proyek tepat waktu.
  • Manajemen Biaya Proyek : Termasuk proses yang terlibat dalam perencanaan, estimasi, anggaran, pembiayaan, pendanaan, pengelolaan, dan pengendalian biaya sehingga proyek dapat diselesaikan dalam anggaran yang disetujui.
  • Manajemen Mutu Proyek : Termasuk proses untuk mengabungkan kebijakan mutu organisasi tentang perencanaan, pengelolaan dan pengendalian proyek dan persyaraatan mutu produk, dalam rangka memenuhi harapan pemangku kepentingan.
  • Manajemen Sumber Daya Proyek : Termasuk proses untuk mengidentidfikasikan, memperoleh, dan mengelola sumber daya yang dibutuhkan untuk kesuksesaan penyelesaian proyek.
  • Manajemen Komunikasi Proyek : Termasuk proses yang diperlukan untuk memastikan perencanaan yang tepat waktu, koleksi, pembuatan, distribusi, penyimpanaan pencarian, manajemen, pengendalian, pemantauan, dan disposisi akhir dari informasi proyek.
  • Manajemen Risiko Proyek : Termasuk proses melakukan perencanaan manajemen risiko identifikasi, Analisis, Perencanaan Respons Risiko, dan Pemantauan Risiko pada sebuah proyek.
  • Manajemen Pengadaan Proyek : Mencakup proses- proses yang diperlukan untuk membeli atau memperoleh produk, jasa atau hasil yang dibutuhkan dari luar tim proyek.
  • Manajemen Pemangku Kepentingan Proyek : Termasuk proses yang diperlukan untuk mengidentifikasikan orang – orang, kelompok, atau organisasi yang dapat memengaruhi atau di pengaruhi oleh proyek, untuk mengenalisis harapan pemangku kepentingan dan dampaknya terhadap proyek, dan untuk menyusun strategi manajemen yang tepat untuk secara efektif melibatkan para pemangku kepentingan dalam keputusan dan pelaksanaan proyek.

Sebutkan dan jelaskan kelompok kelompok proses dari Project Management

Gambarkan pemetaan masing-masing kelompok proses terhadap 10 knowledge area

Source:

https://baniakoy.com/definisi-proyek-dan-atribut-utamanya/

https://johar.ru/id/psychology/chto-takoe-uspeshnyi-proekt-kriterii-uspeshnosti-proekta-kriterii/

https://docplayer.info/31397070-Manajemen-proyek-dan-teknologi-informasi.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: